fbpx

Jenis-jenis Bahan untuk Packaging

Sumber foto : Pinterest

Dalam membuat packaging, Anda perlu memilih bahan yang sesuai dengan jenis produk, bentuk packaging, ukuran packaging, jumlah produksi, serta budget produksi. Selain itu, Anda perlu memahami karakteristik dari tiap bahan dan pengaplikasiannya untuk produk Anda. Artikel ini akan membantu Anda untuk mengetahui bahan packaging yang sesuai.

1. Ivory :

Kertas ivory memiliki warna putih di sisi dalam maupun luar. Kedua sisi kertas ivory memiliki penampakan permukaan yang berbeda, yaitu penampakan lebih mengkilap di satu sisi dan penampakan tidak mengkilap/matte di sisi lainnya. Oleh karena itulah, banyak entrepreneur memilih kertas ivory sebagai bahan packaging karena kesan eksklusif yang ditimbulkan, meskipun harga kertas ivory sedikit lebih mahal daripada kertas duplex. Sifatnya yang kaku dan kokoh menjadikan ivory sangat cocok digunakan untuk packaging berbagai produk, mulai dari makanan hingga produk seperti parfum, kosmetik, produk kesehatan, dan lain-lain. Kertas ivory tersedia dalam beberapa pilihan gramatur yaitu 210 gsm, 230 gsm, 250 gsm, 270 gsm, 300 gsm, 350 gsm, 400 gsm. Semakin besar angka gramatur, semakin tebal dan kokoh pula kertasnya.

2. Duplex :

Lain halnya dengan kertas ivory, kertas duplex memiliki warna putih di sisi luar dan warna abu-abu di sisi dalam. Perbedaan warna pada kedua sisi membuat duplex mudah dikenali dibandingkan dengan bahan lainnya. Biasanya proses cetak pada kertas duplex dilakukan di sisi luar yang berwarna putih. Kertas duplex memiliki harga yang lebih ekonomis dan tersedia dalam beberapa gramatur yaitu 230 gsm, 250 gsm, 310 gsm, 350 gsm, 400 gsm.

3. Kraft :

Kertas kraft terbagi menjadi 2, yaitu kertas kraft coklat dan kraft putih. Kraft coklat memiliki warna coklat di sisi dalam maupun luar yang menyebabkan kraft coklat memiliki kesan natural/eco-friendly dan banyak digunakan untuk jenis packaging seperti soft box, corrugated box, paper bag, shopping bag. Kraft coklat untuk soft box memiliki gramatur 280 gsm; Kraft coklat untuk paper bag memiliki pilihan gramatur 125 gsm; dan Kraft coklat untuk shopping bag memiliki pilihan gramatur 125 gsm, 150 gsm, 200 gsm, dan 280 gsm. Kraft putih memiliki warna putih di sisi luar dan warna coklat di sisi dalam. Kraft putih biasanya digunakan untuk corrugated box atau shopping bag. Kraft putih untuk shopping bag memiliki gramatur 90 gsm dan 150 gsm. Kertas kraft merupakan jenis kertas uncoated, sehingga lebih gampang menyerap air atau tinta. Oleh karena itu, hasil cetakan pada kertas kraft tidak secerah cetakan pada kertas jenis coated seperti ivory, duplex, dan art carton.

4. Corrugated :

Corrugated merupakan bahan yang digunakan untuk corrugated box yang tersusun dari kertas kraft dan kertas bergelombang. Kertas gelombang ini berfungsi sebagai bantalan sehingga corrugated lebih kokoh dan kuat melindungi produk. Ketebalan bahan corugated terbagi menjadi e flute (1-2 mm), b flute (2-3 mm), dan c flute (3-4 mm). Semakin tebal bahan, semakin kokoh pula bahan corrugated. Jumlah lapisan corrugated pun dapat ditentukan menggunakan single wall (kraft-gelombang-kraft) ataupun double wall (kraft-gelombang-kraft-gelombang-kraft). Kraft yang digunakan untuk corrugated box dapat berupa brown kraft dan white kraft. Selain itu, corrugated box juga dapat dilapisi dengan kertas duplex dan dicetak full colour sehingga dapat ditambahkan finishing untuk mempercantik packaging corrugated box.

5. Art Carton :

Art carton merupakan kertas yang memiliki warna putih mengkilap di kedua sisinya baik di sisi dalam maupun sisi luar. Art carton sebenarnya memiliki karakteristik yang sama dengan art paper, perbedaannya hanya terletak pada ketebalannya. Secara umum, art carton memiliki ketebalan yang lebih tinggi daripada art paper. Art paper memiliki ketebalan 120 gsm dan 150 gsm sedangkan art carton memiliki ketebalan 190 gsm, 210 gsm, 230 gsm, 260 gsm, 310 gsm, 360 gsm, dan 400 gsm. Kertas art carton dan art paper memiliki karakteristik yang lebih lentur jika dibandingkan dengan kertas ivory.

6. Paper metal foil :


Paper metal foil adalah bahan yang digunakan untuk packaging standing pouch dan sachet. Paper metal foil terdiri dari 3 lapisan yaitu lapisan foil, lapisan metalize, dan lapisan kertas. Warna full colour dicetak di lapisan kertas untuk memberikan logo, informasi produk, desain, dan lain-lain. Plastik laminasi diaplikasikan di atas kertas cetak pada standing pouch untuk melindungi hasil cetak, laminasi glossy atau doff dapat dipilih sesuai kebutuhan. Bahan paper metal foil bersifat kedap udara sehingga dapat menjaga kualitas produk dengan baik. Meskipun foil yang digunakan tahan terhadap air, akan tetapi penggunaan paper metal foil untuk produk cair tidak disarankan. Hal ini disebabkan karena kertas cetak yang ada dalam lapisan paper metal foil rentan basah sehingga dapat merusak penampilan packaging.

7. Samson :

Samson merupakan kertas yang berwarna coklat tua ataupun coklat muda di kedua sisi. Jika dibandingkan dengan brown kraft, samson memiliki tekstur yang lebih licin dan halus, serta warna coklat yang lebih terang. Gramatur umum kertas samson adalah 80 gsm. Biasanya samson sering digunakan untuk shopping bag dan paper bag yang tidak kontak langsung dengan makanan, karena kertas samson memiliki karakteristik menyerap minyak dan air.

8. Greaseproof :


Greaseproof sering digunakan untuk produk berminyak seperti kentang goreng, ayam goreng, donat, dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan karena kertas greaseproof memiliki daya tahan yang cukup tinggi terhadap minyak. Kertas greaseproof merupakan kertas food grade, istilah food grade di sini berarti tidak ada risiko terhadap kesehatan dan aman jika digunakan kontak langsung dengan makanan. Selain itu kertas greaseproof juga cocok digunakan untuk makanan dalam kondisi panas, seperti burger maupun kebab karena greaseproof memiliki karakterisik tahan terhadap suhu panas, bahkan dapat di-microwave. Greaseproof berwarna putih sedikit transparan dan biasanya digunakan untuk wrapping paper maupun paper bag yang memiliki pilihan ketebalan 40 gsm dan 50 gsm.

9. MG PE :

MG PE merupakan bahan kertas MG (Machine-glazed) yang dilapisi dengan laminasi PE pada salah satu sisi. Hal inilah yang membuat kertas MG PE tahan minyak dan air sehingga sangat cocok digunakan sebagai wrapping paper untuk nasi karena tidak lengket. Penggunaan kertas MGPE dapat dilihat pada pembungkus kertas nasi KFC, McD, Burger King, dan lain-lain. Kertas MGPE tersedia dengan ketebalan 28 gsm.

10. GS Putih :

GS Putih merupakan kertas yang biasanya digunakan sebagai bahan lunch box ataupun food pail. Kertas GS putih merupakan kertas food grade yang aman langsung kontak dengan produk makanan, selain itu, kertas bahan lunch box dan food pail ini dapat di-microwave dan tahan terhadap minyak dan air.

11. Plastik PP :

Plastik PP merupakan singkatan dari polypropylene dan sangat cocok digunakan untuk kemasan makanan ataupun minuman seperti plastic cup/gelas plastik. Gelas plastik PP memiliki tampilan yang transparan, cukup mengkilap, namun sedikit kurang jernih jika dibandingkan dengan gelas plastik bahan PET. Plastik PP memiliki titik lebur sedikit lebih tinggi dari plastik PET, sehingga memungkinkan gelas plastik PP diseal dengan cup sealer yang menggunakan panas. Gelas plastik PP memiliki harga yang lebih ekonomis jika dibandingkan dengan gelas plastik PET. Contoh penggunaan gelas plastik bahan PP dapat dilihat di Chatime, Janji Jiwa, Kopi Kenangan, Kopi Soe, dan lain-lain.

12. PET :

Plastik PET (Polethylene terephthalate) biasanya digunakan untuk plastic cup/gelas plastik dan memiliki tampilan yang transparan, mengkilap, dan sangat jernih. Plastik PET juga umumnya lebih tebal jika dibandingkan dengan plastik PP. Gelas plastik PET tidak dapat ditutup dengan cup sealer karena tidak tahan panas dan hanya dapat menggunakan tutup plastik. Penggunaan plastik PET dapat dilihat di Starbucks, Dunkin Donuts, J.CO, MAXX Coffee, dan lain-lain.